sharing is caring

Adobe Illustrator : Membuat Warna Gradasi pada Text


Hai guys! Tutorial ini saya tulis karena kemaren saya sedang ada kerjaan desain, dan sempet mengalami kendala yang cukup sederhana, yaitu membuat warna gradasi pada tulisan yang belum di convert. Jika pada corel draw, dengan mudah kita dapat membuat warna gradasi tulisan hanya dengan sekali tool. Ternyata tidak jika dengan Ai, problemnya kita harus convert tulisan menjadi objek agar bisa diwarna gradasi, padahal kita bisa saja masih ingin mengedit tulisan tsb. Bukan begitu?

Nah, disini saya akan memberikan tutorial bagaimana cara membuat warna gradasi tanpa harus meng-convert tulisan tsb pada Adobe Illustrator CS6. Seperti contoh di atas. Cusss...

LANGKAH 1
Ketik teks yang kamu inginkan menggunakan Type Tool (T). Disini saya menggunakan font InsaniBurger.


LANGKAH 2
Aturlah warna teks menjadi transparan alias tidak ada warnanya. Dengan menghilangkan warna asli, maka ketika kita mengaplikasikan warna gradien nantinya, ia akan terlihat jelas sesuai dengan warna gradien yang kita inginkan.


LANGKAH 3
Seleksi tulisanmu, lalu cari tab Appearance dan klik Add New Fill. Maka tulisan akan menjadi warna hitam (warna baru).



LANGKAH 4
Aplikasikan warna gradasi pada tulisan dan selesaaaiii sudaahhh.. :D tulisan kamu pun masih bisa diganti, ditambah, dan diedit-edit lagii dengan warna gradasi masih tetap sama.. :D selamaatt!!

sumber : vectips. Thanks guys for the tutorial!




Menyusuri Jalanan THR (Taman Hutan Raya) Ir. H. Djuanda

Saat itu hari Minggu yang cerah, dan saya kedatangan tamu 'spesial' dari Jakarta. Teman saya yang bekerja di Jakarta, datang ke Bandung untuk berlibur. Kesempatan ini tak saya sia-siakan untuk hanya berjalan ke mall, karena di Jakarta pun yang namanya mall sudah tumpah ruah. hehehe. Saya pikir pergi ke tempat yang bernuansa alam akan lebih menyenangkan daripada jalan ke mall mulu. :D Betul kan betul kan? Lagipula di kota sepadat Jakarta, susah banget nemuin tempat-tempat bernuansa alam..

Yep! Siang itu akhirnya saya putuskan untuk mengajaknya ke THR Djuanda di kawasan Dago, Bandung. Sebenarnya kami dulu sudah pernah kesana sekali, di tahun 2010, tapi hanya sebentar. Meskipun kali ini bulan puasa, tak menghalangi kami untuk menjajaki taman hutan yang sangat besar tersebut. Selidik punya selidik, ternyata saya baru tau kalo di sana ada air terjun! Yaaaa lama sekali saya tak melihat air terjun sejak saya masih tinggal di Malang hampir 2 tahun yang lalu! T_T
Ternyata benar pun, di papan sign system ada petunjuk menuju air terjun. Ada 3 air terjun kalo ingatan saya tidak salah, dan jaraknya ada yang dekat ada yang jauh *menurut peta. Akhirnya dengan semangat 45 saya dan teman saya berjalan menyusuri jalan setapak hutan-hutan di taman itu.


Sialnya, saya memakai sepatu flat yang tidak cocok untuk naik gunung..cocoknya buat ngemall..hehehe..dan ternyataaa perjalanan menuju air terjunnya sangat jauhhhh. Setelah melewati goa Belanda, akan ada sign system menuju 3 air terjun tadi. Air terjun tersebut adalah:
1. Curug Omas
2. Curug Lalay
3. Curug Dago

Karena waktu yang sudah siang, kita putuskan untuk menuju curug Omas saja, walaupun sebenernya pengen menjelajahi semuanya, tapi karena bulan puasa juga, jadi mungkin lain kali. hehehe. Perjalanan ke Curug Omas diawali dengan melewati Goa Belanda. Goa ini merupakan goa buatan jaman Belanda yang dulu digunakan untuk tempat penyimpanan senjata (kalo ga salah). Goa nya sangat besar dan panjang..kurang lebih 75m kayaknya..sebelum memasuki goa terdapat jasa peminjaman senter, karena goa sangat gelap.

Setelah keluar goa, kita masih harus berjalan kaki melewati hutan-hutan, dan pemandangannya sungguh luar biasa..saya jadi rindu suasana alam di kota Malang..hiks..hiks.. Di sepanjang jalan ternyata banyak tukang ojek menawarkan jasa untuk mengantar sampe air terjun. What? Sejauh itukah? pikir saya. Namun kami berdua mengurungkan niat untuk menyewa ojek, karena tidak percaya dan mahal pula tarifnya, kami ditarif Rp50.000/orang untuk PP. Bujubuneeengg..jadi berdua Rp100.000 dongg..huhu.. Apalagi kita sudah sering menjelajah hutan dan gunung untuk menuju air terjun.

Langkah demi langkah, tidak terdengar suara air terjun sama sekali, sungai pun terlihat masih kering, tak ada tanda-tanda sungai beraliran deras. Padahal kita sudah merasa berjalan jauh dan menanjak pula. Saya sampai ngos-ngosan. Disitu kami berdua mulai curiga, sepertinya memang jalan menuju air terjun masih sangat jauh. Bapak ojek yang menawarkan harga mahal tadi sampai berkali-kali mendatangi kami dengan harga yang diturunkan terus. Haha. Kami tak menyerah, sampai akhirnya saya merasa tidak kuat lagi untuk berjalan. Andai saat itu bukan bulan puasa, saya memakai sepatu yang cocok, dan perut saya sehat, pasti saya kuat-kuat saja berjalan sampe air terjun sejauh apapun. Dan juga karena langit yang sudah muali mendung, akhirnya bapak ojek yang berkali-kali tadi datang lagi menawari kami, kali ini dengan harga banting, Rp30.000 PP untuk 2 orang! Hahahaha...dari Rp100.000 jatoh ke Rp30.000! Yasudah, akhirnya kami memutuskan untuk mengiyakan tawaran bapak ojek itu. Dengan sepeda bebeknya yang sudah mulai butut serta kotor karena lumpur, kami bonceng berdua. Dan ternyataaaaaa...jalan menujur air terjun masih jauuuhhhh...jyaaahh naik motor aja berasa jauh, apa kabar jalan kaki??yahh kurang lebih 10 menit naik motor.. hahahaha...jalannya menanjak dan berlumpur pula..melewati hutan-hutan yang rada gelap gitu..hmm..

Dan akhirnya sampailah kami di tempat parkir ojek. Ternyata di situ ada semacam gasibu untuk tempat menunggu para bapak ojek. Menunggu penumpangnya. Dari parkiran itu, kita masih harus berjalan kaki sekitar 50m untuk menuju air terjun. Finally..akhirnya kita bisa melihat yang namanya curug Omas...






Prepare Abroad Vacation (Singapore & Kuala Lumpur)

Haii guyyss lama juga saya tidak menulis di blog tercinta ini. Ada 2 tahun kayaknya..hehe :p Karena kesibukan saya yang ga ada matinya *wow, akhirnya baru sekarang kepikiran mau nulis lagi di blog pribadi. Bukan karena apa, karena saya pengen berbagi mengenai pengalaman baru untuk holiday ke luar negeri, maklum baru pertama ini saya akan "go international" jadii agak heboh dikit gag papa lah yaa.. :D

Jadi ceritanya, di tahun 2013 saya bekerja di Sales & Marketing MNCTV, dan disana saya bertemu dengan teman-teman dan orang-orang yang luar biasa. Orang-orang paling seru yang pernah ada..dan disana saya pun berteman baik dengan mereka. Sampai akhirnya, di penghujung tahun 2013, tepatnya bulan September, kami nekat booking tiket pesawat Air Asia CGK-SIN yang cuma 99ribu!! Yaa tentunya harga belum nett..masih ketambahan tetek bengek jadi totalnya cuma 150ribu! hahahahah! Entah apa yang ada di pikiran kami saat itu, nekat booking untuk bertiga dan keberangkatan untuk 8 bulan ke depan, yang masih lamaaa sekali.. hehe. Tapi percayalah, kalo kalian pengen berlibur, apalagi untuk jarak jauh, kadang perencanaan yang matang itu malah mempersulit keberangkatan, menunda, dan ujung-ujungnya malah gak jadi berangkat. Jadi "bondo nekat" lebih baik. Sometimes. Dan pada saat itu, kami tidak memikirkan masalah budget, masalah tiket balik ke Jakarta, masalah tempat menginap disana, bla bla semua itu sama sekali masih nol. Apalagi kami backpack yang otomatis kudu mandiri mengurus semua kebutuhan selama disana. "Nanti ah dipikir sambil jalan sampai hari H" begitu slogan kami bertiga. he he he.

Waktu semakin berjalan, dan kami pun mencicil persiapan satu per satu. Sejak itu, kami jadi sering pantengin situs tiket pesawat dari Singapore ke Jakarta. Hampir setiap hari. Sampai akhirnya kami kewalahan dan panik karena tiket balik masih mahal semua. Di atas 600k kalau ga salah. Bagi kami itu mahal, maklum, backpacker. :p. Suatu ketika kami menemukan tiket murah sekitar 400k-an dari Kuala Lumpur ke Jakarta, dan bukan Air Asia, melainkan Tiger Air. Setelah berunding bertiga, kami putuskan untuk sekali lagi "nekat" baliknya ke Jakarta dari Malaysia. Tanpa memikirkan bagaimana nanti kami pergi ke KL nya.Ya, begitulah kami. Dengan nekat, maka sebagian besar keinginanmu inshaa Allah akan tercapai. Dalam konteks ini, cita-cita untuk "go international". Kapan lagi? Kalo bisa ke Singapore, kenapa ga sekalian ke Malaysia? Deket kaann..hahahah.

Setelah dapet tiket PP dengan total sekitar 500k akhirnya kami lega dan bisa mencicil persiapan yang lainnya. Maklum, karena ga pernah ke LN, dan kebayang aja enggak, jadi agak rempong untuk mencari informasi mulai dari bandara Changi itu seperti apa, hostel nyari yang murah, budget, transport ke Malay juga gimana, naik apa, dan beribu pertanyaan yang harus kami selesaikan sepanjang sampai hari H. Saya pun jadi rajin browsing blog orang-orang yang backpack ke Singapore dan Malaysia. Kami banyak terbantu dari sana, dari pengalaman orang-orang yang ditulis di blogspot.

Sejak saat itu, saya dan teman-teman sudah mengira-ngira budget berapa yang harus kami bawa kesana. Kesimpulan saat itu, kami harus menyisihkan sekitar 500k dari gaji kami setiap bulan untuk ditabung sampai hari H. Tak ada bantuan sepeserpun dari orang tua maupun keluarga, kami mandiri dengan uang jerih payah sendiri untuk bisa melancong.

PASPOR
Prepare selanjutnya adalah membuat paspor. Untungnya ga pake visa yah. Karena saya bukan warga asli Jakarta, jadi agak ketar-ketir juga, gimana klo ternyata bikin paspor harus di kota asal. Tapi ternyata tidak. Dan akhirnya suatu waktu di hari Selasa, aku dan salah satu temenku namanya mbak Tika, berencana mengurus paspornya. Temen kami satu lagi, namanya Indri, sudah punya paspor, karena udah pernah ke Singapore satu kali. Kenapa kami terburu-buru? Ya, karena saya tidak lama lagi akan meninggalkan MNCTV. Dan kebetulan saat itu dokumen seperti ijazah dan kartu keluarga saya bawa ke Jakarta. Dua minggu kemudian saya harus pulang ke Malang untuk mengembalikan dokumen tsb. Itulah alasan kami tergesa-gesa mengurus paspor. Oh iya! Dan paspor itu perlu untuk membeli tiket pesawat Tiger Air, begitu. Jadi ini tadi kebalik, ngurus paspor dulu, baru beli tiketnya. Hari Selasa pun tiba, dan atas nasehat rekan kantor kami, kami dianjurkan ke kantor Imigrasi dengan memakai seragam MNCTV, katanya biar cepet n dimudahkan ama petugasnya. Hahahah. Selasa pagi aku berangkat ke kantor dengan seragam hitam hitam MNCTV yang harusnya dipakai di hari Senin dan Kamis. Setiap berpapasan dengan teman, mereka selalu bertanya "mau kemana wooyy kok pake seragam??" hahaha. Sudah jadi rahasia umum, klo pake seragam di luar hari ketentuan, berarti yang bersangkutan sedang shooting atauuu ada keperluan "lain" di luar kantor. he he he. Untung hari itu GH kami yang namanya mas Fery lagi cuti, jadi kita bebas mau keluar. Tetep absen tapi ga ada di kantor xixixi (bukan untuk ditiru ya guys :p). Akhirnya pun kami berangkat jam 9 pagi dari kantor dengan naik Busway dari halte Pinang Ranti. Panasnya minta ampyuunn. Belum pula macetnya. Untung kantor Imigrasi Jakarta Timur bisa dijangkau busway, jadi ga perlu oper2 ojek atau angkot lagi. Udah ga kuat ciinn. Kita sampai kantor imigrasi kurang lebih jam 11 siang. Dan langsung ke loket pendaftaran dengan melengkapi berkas-berkas. Seingat saya, berkas-berkas untuk paspor itu:
  1. Kalau online, niscaya lebih mudah. Jadi kita masuk ke website imigrasi  dan klik "Layanan Passpor Online" tinggal mengikuti langkah-langkahnya.
  2. Selesai daftar online, kita akan dikirimin berkas bahwa kita telah daftar online, dan juga pemilihan tanggal kita untuk datang ke kantor imigrasinya
  3. Datang ke kantor imigasi dengan membawa kelengkapan berkas yang sudah disayaratkan di website imigrasi tadi yaa
  4. Dan jangan lupa untuk membawa uang. Waktu itu (Oktober 2013) biaya pengurusan paspor saya sebesar 255k. Entah sekarang berapa. Selama masih ada waktu panjang dan bisa mengurus sendiri, mending sendiri yaah, jangan ke calo. Karena harganya bisa dua kali lipat.
Di kantor imigrasi pun ternyata masih harus mengantri panjaaangg~ karena banyak sekali yang membuat dan memperbarui. Kita sampai lagi di kantor itu jam 7 malam, dan saya pun masih ada tanggungan kerjaan yang harus selesai hari itu. Ohh what an exhausting day..

TRANSPORT SINGAPORE-MALAYSIA
Persiapan selanjutnya berupa hostel di Singapore dan Malaysia sudah diurus oleh kedua teman saya. Kebetulan kami ada kenalan disana yang bisa booking dulu. Untuk mencari hostel mungkin bisa di agoda atau website lainnya. Disini saya kebagian mengurus transport selama disana. Setelah searching selama berjam-jam, akhirnya saya temukan juga transport Singapore-Malaysia.  Dan berdasarkan pengalaman blogger lain, memang sebaiknya untuk memesan kereta tsb harus jauh-jauh hari, takut kehabisan. Ini khusus KTM (Keretapi Tanah Melayu) yah. Sama kalau kayak kita di Indonesia beli kereta api di situs KAI untuk jarak jauh. Berikut langkah-langkah booking kereta KTMB tsb:
  1. Buka website kereta api Malaysia
  2. Klik e-ticket
  3. Anda harus register dulu untuk bisa booking
  4. Perlu diketahui, pemesanan kereta KTMB ini ternyata maksimal adalah H-30, tidak seperti di Indonesia yang H-90. 
  5. Segera isi data dan nomer paspor, serta memilih jenis kereta dan tempat duduk.
  6. Disini, saya memilih keberangkatan dari Woodlands CIQ untuk ke Sentral Kuala Lumpur. Kenapa? Karena kami berencana berangkat pagi, dan kereta tsb pagi nya jam 08.30, kami takut tidak keburu kalo brangkatnya dari Johor Bahru. Memang kurs SGD sangatlah mahal, harga kereta berangkat dari Singapore (Woodlands CIQ) dihitungnya jadi 3x lipat lebih mahal daripada berangkat dari Johor Bahru (JB Sentral). Saran sayan jika anda masih mempunyai waktu luang yang panjang, lebih baik kalo ingin ke Malaysia dari Singapore, berangkatnya dari JB Sentral, karena harga tiket keretanya dalam hitungan MYR yang kursnya jauh lebih murah dari SGD. Untuk pergi ke JB Sentral, anda bisa naik bus yang fee nya sekitar 20k sekali jalan. Murah bukan? Tapi, jika waktu anda mepet, saya sarankan untuk naik dari Woodlands saja, karena menghindari antri di imigrasi Malaysia.
  7. Selesai mengisi data dan anda diharuskan membayar dengan menggunakan kartu kredit. Berhubung saya gak punya kartu kredit, jadi saya pinjam kakak saya. he he he.
Inilah penampakan e-ticket KTMB nya, tinggal di print dan jadi deh tiketnya! hehee

MONEY CHANGER
Persiapan lainnya adalaahh mengenai penukaran mata uang. Ada banyak usulan dan pertanyaan mengenai penukaran uang lebih baik di money changer di negara asal atau nanti aja di bandara? Jujur saya belum tahu lebih murah mana menukarnya, di money changer Indo atau di bandara LN. Tapi kalau menurut saran saya sih, mending segera persiapkan saja semuanya di Indo, jadi pas nyampe disana kita ga usah rempong nukerin duit. Lagian kita juga gak tahu apa yang terjadi di depan nanti, bisa saja kursnya tiba-tiba naik atau ternyata di sana lebih mahal. Saran saya lebih baik tukarkan di Money Changer, karena selisih lebih murah ketimbang kita nukerin di bank. Bagi yang tinggal di kota Bandung, bisa nukerin di GMC (Golden Money Changer)

Mengenai barang bawaan untuk kesana, jika Anda tidak memesan bagasi, makaaa saran saya bawalah barang seSIMPLE mungkin!! Usahakan jangan membawa benda cair, sedikit mungkin boleh, tapi untuk menghindari kesalahan, mending tidak usah bawa. Jangan membawa bekal air minum, karena pastinya akan dsuruh mengkosongkan. Jadi lebih baik bawa botol kosong saja. Nanti refill disana.
Untuk baju, bawalah bahan yang ringan dan nyaman dipakai. Sehari cukup satu baju. Jika anda backpack selama 3-5 hari, cukup bawa celana jeans 1 saja. Hindari membawa barang yang tidak penting..bawalah sesuai keperluan saja..karena pada saat pulang, barang bawaan kita pasti akan bertambah aliaaasss beli macemmm2..hahahaha. Jadi tahanlah diri untuk tidak membawa barang yang sekiranya kamu bisa hidup tanpa dia. he he he.
Oh iya satu lagi, mungkin penting juga untuk membawa peta jalur MRT di Singapore. Anda bisa menemukannya di mbah Google dengan key search "peta MRT Singapore" trus di print deh! :D

Sekian mungkin sekelumit persiapan saya untuk bacpacker. Tunggu cerita selanjutnya yaaahh.. :D semoga bermanfaat. :)
 






"tiga dara" yang menghuni rumahku :3

tiga dara itu adalah kucingku.. ahahaha... memang bukan anggora, tapi mereka sangat lucu dan bisa menghibur orang serumah.. nice cat's.. :)


Yang ini namanya "rembes". knapa rembes?? tuh mukanya penuh bentol-bentol hitam.. =)) kayak kotoran n kucing yang jorok, makanya dinamai rembes.. hehe.. tapi dia lucu dan berbulu paling halus diantara 3 dara lainnya.. 
Hobi : makan, tidur, dan berburu cicak di malam hari -___-" (hobi apaan tuh mbes?!)



yang ini nih, kelon-kelonan hobinya.. =)) yg atas si kakak beda ayah, namanya osin.. :D haa.. si Osin ini kehilangan anaknya pas masih bayi-bayi, soalnya aq kasiin orang, males sih punya kucing banyak-banyak. Gara-gara itu, dia jadi stres (kehilangan anaknya) trus melampiaskan ama kedua adiknya, si Wewet ama Rembes tadi.. hahahaaa.. :D dia suka maksain dua adiknya untuk dimandiin.. *jilat-jilat.. =.= bahkan sampe tangannya tuh ga mau nglepasin gara2 mau mandiin adiknya.. perutnya gede banget kek orang hamil ga jadi malah jadi daging.. wakakakak!!
*Osin* hobi : naek kursi pas orang lagi makan, mandi, mandiin kucing lain -___-

Wewet nih adiknya Rembes, mereka sepersusuan. :). postur tubuhnya cetakan 100% mirip ama bapaknya, Mbah Gimbul, kucing preman di daerahku.. hahaha... bulunya halus tapi pendek2 yah... perutnya buncit juga.. hahahaha... :3 oh ya knapa dipanggil wewet?? karena dulunya dia amat sangat cerewetttttttttttttt klo minta makan.. =.= tp sekarang udah nggak lho, biasa aja gitu.. knapa ya.. o.O
*Wewet* hobi : jalan-jalan :3


*photo taken by Nikon D60 with Flash
thank's to Mas Danang, Rembes, Wewet, & Osin


Have you Seen "Coban Manten" ?

Coban Manten, saat membaca judul ini, yang pertama muncul dalam pikiran kita adalah pernikahan! (manten: pernikahan, bhs Jawa red.). Sedangkan coban artinya adalah air terjun. Kesimpulannya, Coban Manten merupakan air terjun kembar, dimana dalam satu tebing terdapat dua buah air terjun saling berjajar yang dikonotasikan sebagai pasangan pernikahan yang juga berjajar.

Coban Manten merupakan wisata air terjun yang masih sangat alami. Mengapa saya katakan itu, karena wisata ini belum direkondisi sedikitpun, jangan harap anda menemukan bangunan, atau jalan setapak yang terbuat dari aspal, atau bahkan warung-warung kecil yang biasanya mangkal di sepanjang coban. Inilah kesitimewaan tersendiri coban Manten.


Coban Manten memang belum direkondisi oleh pemerintah setempat, karena letaknya yang sangat jauh dari akses jalan umum dan sangat terpencil. Ia terletak di desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kab.Malang. Lebih gampangnya, terletak di bumi perkemahan Coban Rondo, dengan jarak sekitar 4 km dari Coban Rondo. Sudah pada tahu kan Coban Rondo? Ya, air terjun ter-famous di Malang. :D

Bagi Anda yang penasaran dan ingin berwisata kesana, saya ingin berbagi guide kepada Anda. Hal pertama yang harus Anda siapkan adalah kondisi fisik yang prima, sepatu yang kuat atau sandal gunung, dan bekal yang cukup. Jangan membuang sampah sembarangan yaa di sepanjang jalan.

Nah, untuk memulai perjalanan, Anda bisa berangkat ke kota wisata Batu, dan menelusuri rute menuju Coban Rondo. Jika belum tahu Coban Rondo itu dimana, Anda bisa bertanya kepada warga Batu dimana saja mereka berada, pasti tahu. :D Setelah masuk gang sapi (gang Coban Rondo), teruskan perjalanan dan Anda akan menjumpai loket. Bayarlah tiket masuk (saya lupa berapa harganya), setelah itu teruskan perjalanan Anda sampai ke bumi perkemahan Coban Rondo (jangan ke lokasi wisata Coban Rondonya ya :p). Tak usah  khawatir tersasar, karena di sepanjang jalan banyak sign system dan Anda juga bisa bertanya kepada penduduk atau petani setempat. Sampai di bumi perkemahan, parkirlah kendaraan Anda di sana.

Masih bingung harus berjalan ke arah mana setelah itu? Ya, itu yang pertama saya rasakan, "harus kemana nih?". Haha. Jangan sungkan bertanya kepada penduduk/petani setempat, itu yang utama. Malu bertanya sesat di jalan! Di sebelah kiri jalan tempat parkir, tentunya Anda akan menemui jalan setapak, dari situlah Anda harus memulai perjalanan Anda. Ada 2 buah jalan setapak, sama saja kok. Atau kalau masih ragu, Anda bisa bertanya ke tukang parkirnya, rute Coban Manten lewat mana, seperti itu. Mereka pasti mau memberi tahu.

Jalan setapak adalah rute pertama dan kondisi jalan agak menanjak, dan ini lumayan memakan tenaga bagi Anda yang tidak terbiasa olahraga. Anda akan berhenti sebentar-sebentar (saya juga begitu kok :p)
Teruskan perjalanan, mungkin Anda akan menemui sekelompok orang yang sedang berkemah, tetaplah pada jalur, berjalan menanjak, dan Anda menemukan toilet bercat hijau.


Jika Anda sudah menemui toilet bercat hijau, berarti rute awal Anda sudah benar. Ikuti jalan setapak, dan pemandangan berikutnya yang akan Anda lewati :

Teruskan perjalanan Anda, jangan membuang tenaga, berjalan dengan santai. Oh ya, saran saya, Anda harus berangkat pagi-pagi, karena perjalanan ini memakan waktu yang tidak sedikit. Saya berada pada rute ini sekitar pukul 10.00 ya. :) Bersabarlah di perjalanan dan jangan mengeluh seperti saya "Kok jalannya begini terus dan ga sampe2??" hehehe :D memang begituu.

Setelah berjalan cukup jauh, Anda akan menemui jalan setapak dengan dnding-dinding tanah tinggi di kanan kirinya. Saya menyebut rute ini dengan sebutan "tebing mini". Tebing mini ini cukup panjang dan melelahkan.


Saat tebing mini sudah tak lagi terlihat, maka Anda akan menemui sebuah ladang perkebunan cabe rawit. Ya, ladangnya luas dan banyak ibu-ibu petani disana. Anda memang harus melewati kebun ini, karena memang itu jalan satu-satunya, silahkan berjalan menelusuri jalan setapak kecil yang kanan kirinya terhampar tanaman cabe rawit yang luasss... hijau dan merah menjadi satu.. :) 


Setelah kebun cabe rawit kecil, hamparan berikutnya adalah kebun cabe besar. Ya, cabe yang gendut-gendut itu lho. Tetaplah berjalan sesuai jalur yaa... Dan setelah cabe besar, Anda akan menyusuri kebun tomat. Oh ya saya lupa, sejak melewati kebun cabe besar, jalan setapak Anda harus berada di sisi pinggir kebun, berbeda dengan kebun cabe rawit yang jalan setapaknya di sisi tengah kebun. Tak lama kemudian, kebun-kebun tsb sudah tak terlihat lagi, dan Anda hanya berjalan di setapak dan silahkan ambil alur jalan yang naik dan menanjak hingga Anda menemukan kebun kol (kubis berwarna ungu). Kebun kol hanya sebentar kok, selanjutnya Anda akan melewati jalan setapak yang berputar dan menanjak. Ikuti jalan, dan Anda sampai pada dataran tinggi yang jika menoleh ke bawah Anda bisa melihat wisata Coban Rondo walaupun hanya sekilas dan telihat sangat kecil. Jika sudah menemui ini, berarti Anda berada pada jalur yang benar.


Coban Manten memang air terjun yang terletak paling atas di pegunungan ini. Urutannya adalah, Coban Manten, Coban Tengah, dan Coban Rondo. Berikut gambar saat berada di jalur yang bisa melihat kawasan Coban Rondo dari atas.


Teruskan perjalanan dan Anda akan menemui jalan setapak yang bercabang berkali-kali, namun tak usah khawatir, karena disana sudah ada semacam petunjuk jalan yang dibuat oleh pengunjung yang datang sebelum Anda. Pada beberapa cabang jalan setapak, Anda akan menemukan ranting kayu yang dibentuk silang berdiri yang menandakan itu bukan jalur. Selanjutnya Anda akan menemukan ukiran panah pada sebuah pohon yang terletak di tengah-tengah cabang jalan. Ikuti arah panah tsb.


Perjalanan Anda masih belum selesai (sabar yaa). Rute terakhir yang harus Anda lewati adalah 3 sungai. Anda harus menyebranginya. Tenang saja, sungai disini kecil dan dangkal. Tapi jangan ditanya dinginnya, bikin kaki jadi kaku dan sakitnya minta ampun. Maka jangan berlama-lama menyebranginya, teruslah berjalan semampu Anda. :D #lebay

Sungai yang Anda sebrangi tidak 3 sekaligus, melainkan masih harus berjalan dan mendaki dulu, baru bertemu sungai berikutnya. Objek pendakian yang paling sulit adalah saat menaiki akar pohon yang besar. Bagai tebing yang lumayan tinggi, Anda harus pandai-pandai memijakkan kaki di antara akar-akar pohon. Kasarnya seperti menaiki tangga kok, namun ini tangga yang terbuat dari akar pohon, dan Anda harus berpegangan pada akar yang lain agar tak terjatuh. :D seru kan? Anda juga masih harus melewati jalan setapak yang berbatu besar dan tajam.

Dan tak lama kemudian....... sampailah Anda di air terjun kembar ini..! Rasa letih dan lapar akan langsung hilang begitu Anda sampai.. Silahkan menikmati bekal, ingat, jangan membuang sampah sembarangan..! Bila perlu, sampah dimasukkan ke tas, dan dibuang saat Anda pulang. trims :) mari kita jaga kebersihan lingkungan, kalo bukan kita siapa lagi. :)

























PERJALANAN INVESTASI : DARI TABUNGAN BERJANGKA HINGGA SAHAM

Waw baca judulnya kayak iye banget ya? Hahaha. Tulisan ini hanya menceritakan pengalaman, bukan rekomendasi. Keputusan investasi semua berad...

Post Signature

Post Signature